Tugas Individu

Tugas Individu I Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Nama               :         Eddy Rakhmad Putra
NPM               :        
Semester          :         1 (satu)
Prodi               :         Magister Manajemen
Dosen              :         Dr. Amini, SAg, MPd.

Perbedaan antara Orang Awam dan Akademisi melalui cara berfikir dalam kehidupan sehari-hari


Orang Awam
Akademisi
Orang yang tidak berilmu menjalani hidupnya dengan keresahan, kegelisahan serta gundah gulana akan mengusik setiap hela nafasnya, ia bagaikan berjalan dalam kegelapan tanpa cahaya setitik pun yang bisa dijadikan sebagai penerangan, ucapan dan tingkah lakunya bersandar pada nafsu semata
1
1
Seorang yang berilmu setiap langkahnya dan ucapannya akan terbimbing dengan cahaya ilmu dan dia akan berfikir sebelum bertindak dan akan mengkaji sebelum berucap. Perangainya lembut laksana tiupan angin di pagi hari, namun tegar dalam menghadapi setiap cobaan seperti kuatnya batu karang
Kalau orang yang tidak berilmu sebaliknya,ia tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, terkadang orang yang tidak berilmu menganggap hal yang baik itu buruk dan menganggap hal yang sangat buruk itu baik
2
2
Kalau orang yang berilmu tahu mana yang baik dan mana yang buruk dan ia mengerti norma
Orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang suka melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan melakukan hal-hal yang merugiakan dirinya sendiri
3
3
Seorang yang berilmu dapat berinteraksi dengan dirinya sendiri dengan baik dan ia melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri baik dalam urusan dunia maupun akhirat
Perangai orang-orang yang tidak berilmu, kolot, kasar, suka debat kusir dan lainnya.
4
4
Seorang yang berilmu hendaknya ia menghiasi dirinya dengan perangai yang baik, orang yang arif, bijaksana, hati-hati dan berbagai perangai yang baik lainnya yang mencerminkan ilmu yang ia miliki
Ibarat bebek jalannya bergerombolan, Gampang digiring dan Suaranya ramai, tapi tidak ada yang mendengarkan serta Paruhnya besar, tapi tidak sakit kalau mematuk
5
5
Ibarat ayam jalannya sendiri-sendiri, sulit di giring (dikendalikan) dan suaranya selalu nyaring dan didengar (kokoknya) serta Paruhnya kecil, kalau menggigit sakit





Tugas Individu II Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Nama               :         Eddy Rakhmad Putra
NPM               :        
Semester          :         1 (satu)
Prodi               :         Magister Manajemen
Dosen              :         Dr. Amini, SAg, MPd.


Kelebihan dan Kelemahan Sistematika Filsafat

No
Kelebihan
Kelemahan
Catatan
1
Pendekatan Kronologis
Seseorang diajak menukik dari alam idialis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia
Sikap memihak kepada pendapat dan madzhab-madzhab tertentu
2
Pendekatan Aliran
Mampu menyusun sistem – sistem kefilsafatan yang berasal dari manusia. Umpamanya logika, yang sejak zaman Aristoteles, kemudian matematika dan kebenaran rasio diuji dengan verifikasi kosistensi logis
cenderung mementingkan subjek daripada objek, sehingga rasionalisme hanya berpikir yang keluar dari akal budinya saja yang benar, tanpa memerhatikan objek – objek rasional secara peka
3
Pendekatan Tokoh
Seorang filsuf biasanya mempunyai fokus utama dalam pemikiran filsafatnya sendiri
Pada umumnya para filsuf jarang membahas secara tuntas seluruh wilayah filsafat
4
Pendekatan Sitematis
Sesuai dengan sifat filsafat, ia menyelesaikan masalah secara mendalam dan universal. penyelesaian masalah secara mendalam artinya ia menyelesaikan masalah dengan pertama-tama mencari penyebab yang paling awal munculnya masalah. Universal artinya melihat masalah dengan hubungan seluas-luasnya
Objek filsafat sangat banyak sekali, hasil penelitian itu bertambah terus dan tidak dibuang, maka hasil pemikiran yang terkumpul dalam sisitematika filsafat menjadi banyak sekali. Karena banyaknya, jangankan mempelajarinya, membaginyapun repot




Tugas Individu III Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Nama               :         Eddy Rakhmad Putra
NPM               :        
Semester          :         1 (satu)
Prodi               :         Magister Manajemen
Dosen              :         Dr. Amini, SAg, MPd.

Penerapan Berpikir Ilmiah dengan menggunakan Ontologi Ilmu

No
Aspek
Proses
Catatan
1
Objek apa yang telah di telaah ilmu
Setiap ilmu pengetahuan mempunyai objek tertentu untuk pengetahuan ilmunya, objek ini di peroleh dari pendekatan atau cara pandang, metode atau sistem tertentu, objek pada filsafat ilmu ada dua yaitu objek formal dan objek material
Pada dasarnya objek tersebut mempunyai perbedaan , objek formal bersifat khusus menyelidiki segala sesuatu untuk dapat mengetahui sedalam dalam nya, dan objek material bersifat umum mempelajari secara langsung pekerjaan, serta mengevaluasi hasil objek dan mengujinya dengan realisasi yang ada
2
Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut
- Objek Material merupakan segala sesuatu yang berwujud  yang dibagi 3 persoalan pokok antara lain Hakekat Tuhan, Hakekat Alam dan Hakekat Manusia
- Objek Formal merupakan sudut pandangan yang dapat di tujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan atau sudut dari mana objek material di sorot
Dengan adanya objek menjadikan setiap ilmu berbeda antara satu sama lainnya, objek material merupakan suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian dan pembentukan pengetahuan baik yang nyata mauapun abstrak  dan objek formal  merupakan sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek material nya
3
Bagaimana hubungan objek tadi dan daya tangkap manusia
- Objek material mempelajari secara langsung pekerjaan mengujinya dengan realisasi praktis yang sebenarnya, bisa juga berupa benda benda material maupun non material
- Objek Formal mentelaah tentang fakta dan kebenaran yang menjadi objek formil suntantif  serta menyelidiki segala sesuatu untuk dapat dimengerti sedalam dalam nya
Tiap-tiap manusia yang mulai berfikir tentang diri sendiri dan tentang tempat-tempatnya dalam dunia akan menghadapi beberapa persoalan yang begitu penting, sehingga persoalan-persoalan itu boleh diberi nama persoalan-persoalan pokok Sehingga menggambarkan objek filsafat itu adalah antara lain kebenaran, materi, pikiran, hubungan antara materi dan pikiran, ruang dan waktu, sebab-sebab dan kebebasan



Gunung Soputan di Minahasa meletus

https://youtu.be/ffrfkWmAyPU